Ohayou gozaimasu .
O hisashiburi besu ne ? ヾ(@^▽^@)ノ Gomen ne, watashi wa totemo isshogashi kara tama ni koko ni itta..
Tokoro, O genki desu ka readers ?
kali ini Kei mau bagi-bagi budaya nihongo, tentang boneka Daruma.
Daruma merupakan boneka dengan bentuk yang menarik lho. Tak bertangan dan tak berkaki. Bermuka dan berbadan bulat serta berpakaian merah {boneka apa apel nech( ゚ ▽ ゚ ;) }Jadinya, dengan menghiaskan barang keseluruhannya merah, hadir kata seperti hidaruma dan chidaru...ma. Dari bentuknya yang bulat, ada pula kata seperti yukidaruma, daruma sutoubu, dan darumabune.Karena dasarnya diberi pemberat, walaupun direbahkan, segera saja bangun lagi. Nanakorobi yaoki menggambarkan berapa pun banyaknya kegagalan tetaplah berjuang dan pantang menyerah. Karena betul~betul menggambarkan ungkapan tersebut, daruma banyak dipajang tidak hanya didalam rumah melainkan di toko dan di kantor sebagai barang pengundang nasib baik. (kayak boneka kucing di toko orang tionghoa donk ya (;´▽`A`` }
Daruma berasal dari nama bhiksu yang mendirikan zenshuu, salah satu aliran agama buddha. Dikisahkan bahwa dia berlayar dari India menuju China yang memakan waktu selama 3 tahu. Kenirwanaannya diperolehnya sesudah 9 tahun duduk bersemedi didepan dinding biara yang disebut shourinji. Itu lebih dari 1500 tahun yang silam. Oleh karena itu, zenshuu disebut juga darumashuu yang berkembang pesat diChina dan bahkan masuk ke Jepang. Karena bersemedi selama 9 tahun untuk mencapai kenirwanaan, lahirlah cerita yang menyebutkan bahwa baik tangan maupun kakinya menjadi tidak lagi bisa digerakkan.
Pasar yang menjual banyak daruma hiasan yang berderet juga populer bagi mereka yang tidak mengetahui kaitan antara daruma dan Buddha. Pasar daruma yang terkenal disekitar Tokyo adalah Fudouin dikota Kawasaki dan Jindaiji dikota Choufu. Disana terkenal sebagai macam daruma dari Provinsi Gunma dan Saitama.
Semuanya berbentuk sama. Namun, kalau diperhatikan dengan baik, masing~masing muka daruma tersebut sedikit berbeda. Pembentukan karakter daruma tergantung pada sang pembuatnya. Tetapi matanya tidak dihitami. Tatkala cacar berjangkit di akhir Zaman Edo, dipasarkan daruma yang matanya tidak dihitami. Sebab, dipercayai bahwa daruma melindungi orang supaya cacar tidak mewabahi mata. Karena ada pembeli yang ingin menghitami mata daruma manakala keinginannya terkabul, sekarang pun daruma yang matanya tidak dihitami dijual.
Daruma sering dipajang diatas lemari dalam toko atau rumah. Seandainya menemukan daruma tersebut, silahkan perhatikan dengan baik adakah matanya dihitamkan atau tidak. Kalau dihitamkan apakah itu sebelah saja atau kedua~duanya.
Kei dah capek, segitu ceritanya semoga berguna (^∇^)
Sayonara ('-^*)/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar